NhatXu– Sharp memastikan kehadiran Aquos Sense10 di pasar Indonesia pada 17 Desember 2025. Pengumuman ini menandai kelanjutan seri Aquos Sense di segmen menengah. Sharp menargetkan pengguna yang menginginkan ponsel ringkas dengan performa modern. Di tengah tren layar besar, Aquos Sense10 tetap mempertahankan ukuran kompak. Strategi ini konsisten dengan identitas lini Sense. Pasar Indonesia dinilai masih memiliki peminat smartphone berukuran kecil. Sharp melihat peluang pada pengguna yang mengutamakan kenyamanan genggaman. Peluncuran ini juga menunjukkan komitmen Sharp di pasar lokal. Mereka terus menghadirkan produk secara reguler. Aquos Sense10 menjadi salah satu model kunci akhir tahun 2025.
“Baca Juga: Slot microSD Kembali Jadi Tren di Smartphone”
Peningkatan Performa Berkat Snapdragon 7s Gen 3
Peningkatan utama Aquos Sense10 terletak pada sektor dapur pacu. Sharp membekalinya dengan Snapdragon 7s Gen 3. Chipset ini menggantikan Snapdragon 7s Gen 2 pada generasi sebelumnya. Sharp mengklaim peningkatan performa CPU hingga 20 persen. Kinerja GPU disebut meningkat sekitar 40 persen. Kemampuan pemrosesan AI juga naik sekitar 30 persen. Peningkatan ini relevan untuk fotografi dan multitasking. Dukungan AI semakin penting di kelas menengah. Meski chipset baru, konfigurasi memori tetap sama. Opsi RAM dan penyimpanan tersedia dalam 6GB/128GB dan 8GB/256GB. Pendekatan ini menjaga keseimbangan harga dan performa.
Layar IGZO Pro OLED Ringkas dan Terang
Sharp tetap mempertahankan layar IGZO Pro OLED sebagai keunggulan utama. Ukuran layarnya 6,1 inci dengan desain kompak. Resolusi yang ditawarkan adalah Full HD Plus. Refresh rate mencapai 120Hz untuk penggunaan harian. Sharp juga menyertakan mode interpolasi hingga 240Hz. Tingkat kecerahan puncak mencapai 1.500 nits. Spesifikasi ini mendukung visibilitas luar ruangan. Teknologi IGZO dikenal hemat daya dan tajam. Layar kecil kini menjadi diferensiasi di pasar. Banyak produsen beralih ke ukuran lebih besar. Sharp justru konsisten mempertahankan ergonomi.
Konfigurasi Kamera 50MP dengan Fitur AI
Di sektor kamera, Aquos Sense10 membawa konfigurasi yang familiar. Kamera utama dan ultra-wide sama-sama beresolusi 50,3 megapiksel. Setup ini dirancang untuk fleksibilitas pemotretan. Di bagian depan terdapat kamera selfie 32 megapiksel. Sharp menambahkan berbagai fitur berbasis AI. Fitur tersebut mencakup penghilangan refleksi otomatis. Sistem juga mampu mengurangi bayangan yang mengganggu. Pendekatan ini menyesuaikan tren fotografi komputasional. AI kini menjadi pembeda utama kamera smartphone. Sharp memanfaatkan peningkatan AI pada chipset baru. Hasil foto diharapkan lebih konsisten di berbagai kondisi cahaya.
“Baca Juga: Perplexity Gaet Investasi Cristiano Ronaldo di Startup AI”
Bodi Ringkas dengan Baterai Besar dan Prospek Pasar
Aquos Sense10 memiliki dimensi sekitar 149 x 73 x 8,9 milimeter. Bobotnya hanya sekitar 166 gram. Angka ini tergolong ringan untuk baterai besar. Sharp menyematkan baterai berkapasitas 5.000mAh. Kapasitas tersebut jarang ditemukan pada ponsel ringkas. Sharp belum mengungkap kecepatan pengisian daya. Sebagai perbandingan, Aquos Sense9 mendukung pengisian 36W. Banyak analis memperkirakan spesifikasinya tidak jauh berbeda. Dengan kombinasi ukuran kecil dan baterai besar, Aquos Sense10 punya posisi unik. Pasar Indonesia masih minim pilihan ponsel ringkas modern. Jika harga kompetitif, perangkat ini berpotensi menarik perhatian. Sharp tampaknya konsisten menyasar segmen spesifik dengan pendekatan berbeda.




Leave a Reply