NhatXu – NVIDIA tengah mengalami hambatan serius di China setelah pemerintah setempat melarang perusahaan besar AI membeli chip H20. ByteDance, Alibaba, dan Tencent disebut sudah diminta menghentikan pemesanan chip ini. Larangan ini muncul karena kekhawatiran soal potensi backdoor keamanan yang bisa menghubungkan data pengguna ke Amerika Serikat. Meski NVIDIA sudah mendapatkan izin dari AS untuk menjual chip AI ke China, larangan China ini menimbulkan tantangan besar bagi raksasa chip tersebut.
“Baca Juga: Vivo V60 Hadir dengan Kamera Periskop, Bawa Era Zoom Baru”
Izin Pemerintah AS dan Syarat Penjualan Chip AI ke China
Pemerintah AS sudah memberikan lampu hijau kepada NVIDIA untuk mengekspor chip AI terbaru mereka ke China. Namun, ada persyaratan penting yang harus dipenuhi, yakni 15% hasil penjualan chip tersebut harus diserahkan ke pemerintah AS sebagai bagian dari kesepakatan ekspor resmi. NVIDIA bersama AMD menerima persyaratan ini demi bisa terus memasuki pasar China yang strategis dan berkembang pesat. Meski demikian, persetujuan ini belum tentu mengatasi kekhawatiran dan pembatasan dari pihak China.
Kekhawatiran China soal Keamanan dan Backdoor pada Chip NVIDIA
Regulator China sangat khawatir chip NVIDIA H20 mengandung fitur pelacak lokasi dan “kill switch” yang bisa diaktifkan dari jarak jauh. Beijing khawatir fitur tersebut bisa menjadi celah keamanan yang dimanfaatkan Amerika Serikat untuk mengakses data pengguna dan sistem penting. NVIDIA membantah semua tuduhan tersebut, namun penjelasan itu belum meredakan kecurigaan pemerintah China. Ketegangan ini juga dipicu oleh kebijakan AS sebelumnya, seperti rencana “AI Action” yang menyebut chip AI diekspor ke China wajib memiliki backdoor.
Dampak Larangan terhadap Industri AI dan Pasar Chip di China
Sebelum larangan ini berlaku, chip H20 menjadi produk populer di kalangan perusahaan teknologi China. Namun, dengan pembatasan yang tiba-tiba, NVIDIA menghadapi risiko besar kehilangan pangsa pasar penting. Perusahaan-perusahaan AI China kini harus mencari alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan komputasi tinggi mereka. Larangan ini menandakan ketegangan teknologi yang meningkat antara kedua negara, sekaligus memperlihatkan upaya China memperkuat kedaulatan teknologi nasional.
“Baca Juga: PayPal Hapus Opsi Pembayaran di Steam untuk Beberapa Negara”
Masa Depan Chip AI NVIDIA dan Persaingan Global di Pasar Teknologi
Larangan ini bisa menjadi titik penting dalam persaingan global antara AS dan China dalam pengembangan teknologi AI dan chip. NVIDIA harus mencari strategi baru agar tetap bisa bersaing di pasar China yang sangat besar. Sementara itu, China terus berusaha mengurangi ketergantungan pada teknologi asing dengan mengembangkan chip dan sistem AI sendiri. Perkembangan ini akan menentukan arah ekosistem teknologi dunia dalam beberapa tahun mendatang, dengan implikasi besar bagi keamanan data dan inovasi teknologi global.




Leave a Reply