NhatXu – OpenAI dilaporkan sedang mengembangkan perangkat keras pertamanya berupa speaker pintar tanpa layar. Produk tersebut dirancang sebagai asisten rumah yang mampu berinteraksi secara lebih personal dengan penggunanya.
Laporan Bloomberg menyebut perangkat ini tidak hanya berfungsi sebagai speaker pintar biasa. OpenAI dikabarkan ingin menghadirkan pengalaman yang terasa lebih alami melalui kecerdasan buatan ChatGPT.
Perangkat tersebut disebut mampu mempelajari kebiasaan pengguna seiring waktu. Dengan kemampuan itu, respons yang diberikan diharapkan menjadi semakin relevan sesuai kebutuhan pemiliknya.
“Baca Juga: RTX 5080 Bertema Game Gacha Dipamerkan NVIDIA”
Jika informasi tersebut benar, produk ini akan menjadi langkah besar OpenAI dalam memperluas bisnis dari layanan perangkat lunak menuju perangkat keras berbasis kecerdasan buatan.
Hingga kini, OpenAI belum mengumumkan secara resmi spesifikasi maupun jadwal peluncuran perangkat tersebut.
Speaker Pintar Disebut Mampu Belajar dari Kebiasaan Pengguna
Menurut laporan Bloomberg, perangkat ini akan memanfaatkan ChatGPT untuk memahami preferensi pengguna. Sistem tersebut memungkinkan asisten AI memberikan bantuan yang lebih sesuai dengan aktivitas sehari-hari.
Perangkat dikabarkan dapat mengakses data pribadi yang telah diizinkan pengguna, termasuk email. Informasi tersebut digunakan untuk memahami kebutuhan pengguna dan memberikan respons yang lebih kontekstual.
Pendekatan ini bertujuan menghadirkan pengalaman yang lebih personal dibandingkan speaker pintar konvensional. OpenAI ingin menjadikan perangkat tersebut sebagai pendamping digital yang terus berkembang bersama pemiliknya.
Selain kemampuan percakapan, perangkat ini juga dirancang agar terasa lebih hidup saat digunakan. Konsep tersebut menjadi salah satu pembeda utama dibandingkan produk serupa yang telah beredar di pasaran.
Meski demikian, detail mengenai fitur privasi maupun mekanisme pengelolaan data pengguna belum diungkap secara resmi oleh OpenAI.
OpenAI Hadirkan Desain Mekanis yang Dapat Bergerak Mandiri
Salah satu fitur yang disebut paling menarik adalah adanya elemen mekanis yang dapat bergerak secara mandiri. Fitur tersebut memberikan kesan bahwa perangkat memiliki kehadiran yang lebih nyata saat berinteraksi.
Menurut laporan Bloomberg, pendekatan ini sengaja dipilih agar perangkat terasa seperti teman digital, bukan sekadar speaker yang merespons perintah suara.
Desain tersebut juga menjadi pembeda dibandingkan banyak speaker pintar lain yang umumnya memiliki bentuk statis. OpenAI tampaknya ingin menghadirkan pengalaman interaksi yang lebih ekspresif melalui gerakan fisik perangkat.
Proyek ini dikembangkan oleh sejumlah mantan insinyur Apple yang sebelumnya terlibat dalam pengembangan iPhone dan Mac. Kehadiran tim berpengalaman tersebut menjadi salah satu faktor yang menarik perhatian industri teknologi.
OpenAI juga menyampaikan kepada Bloomberg bahwa konsep produknya berbeda dari perangkat yang saat ini dipasarkan Apple.
OpenAI Dikabarkan Garap Beberapa Produk Hardware Sekaligus
Selain speaker pintar, Bloomberg melaporkan OpenAI sedang mengembangkan sekitar lima perangkat keras berbeda. Speaker berbasis ChatGPT disebut menjadi produk pertama yang berpeluang hadir di pasar.
Informasi tersebut menunjukkan bahwa OpenAI memiliki ambisi untuk membangun ekosistem perangkat berbasis kecerdasan buatan. Langkah ini dapat memperluas pemanfaatan ChatGPT di luar aplikasi dan layanan digital.
Meski demikian, perusahaan belum memberikan rincian mengenai produk lain yang sedang dikembangkan. Belum diketahui pula kapan seluruh perangkat tersebut akan diperkenalkan kepada publik.
Apabila laporan ini terbukti benar, OpenAI akan memasuki persaingan baru di industri perangkat keras. Perusahaan akan bersaing dengan berbagai produsen yang telah lebih dahulu menawarkan perangkat pintar untuk rumah.
Seluruh informasi mengenai proyek ini masih mengacu pada laporan Bloomberg karena belum ada pengumuman resmi mengenai spesifikasi maupun jadwal peluncurannya.
“Baca Juga: StepFun Garap Smartphone Agen AI Pertama di Dunia”
Gugatan Apple Bayangi Pengembangan Perangkat Keras OpenAI
Di tengah pengembangan produk baru, OpenAI juga menghadapi gugatan hukum dari Apple. Perusahaan tersebut menuduh OpenAI melakukan pencurian rahasia dagang dalam proses pengembangan perangkat keras.
Dalam dokumen gugatan, Apple menyebut dugaan pelanggaran melibatkan Chief Hardware Officer OpenAI, Tang Tan. Sebelum bergabung dengan OpenAI, Tang Tan menghabiskan 24 tahun bekerja di Apple dan terakhir menjabat sebagai Vice President of Product Design untuk iPhone dan Apple Watch.
Apple menuduh Tang Tan menggunakan nama kode proyek rahasia saat merekrut calon karyawan. Ia juga dituduh meminta pelamar membawa komponen perangkat keras Apple ketika proses wawancara berlangsung.
Selain itu, Apple mengeklaim Tang Tan membimbing karyawan yang akan meninggalkan perusahaan agar dapat menghindari prosedur keamanan internal. Gugatan tersebut juga menyebut adanya permintaan informasi mengenai produk Apple yang belum diumumkan kepada publik.
Apple menyatakan tuduhan tersebut kemungkinan hanya sebagian kecil dari dugaan pelanggaran yang sedang diselidiki. Perusahaan mengisyaratkan masih ada informasi lain yang dapat muncul selama proses hukum berlangsung.
OpenAI membantah seluruh tuduhan tersebut. Perusahaan menyatakan tidak menemukan bukti yang mendukung klaim Apple dan menegaskan bahwa gugatan tersebut tidak memiliki dasar yang kuat. Hingga proses hukum selesai, seluruh tuduhan tersebut masih menjadi bagian dari sengketa yang belum memperoleh putusan pengadilan.




Leave a Reply