NhatXu – Industri semikonduktor global kembali diramaikan oleh langkah Rapidus, perusahaan chip asal Jepang yang berambisi menantang dominasi TSMC. Perusahaan tersebut menyiapkan strategi baru untuk memasuki pasar fabrikasi canggih dengan menawarkan biaya produksi yang lebih kompetitif.
Persaingan di sektor semikonduktor semakin ketat seiring meningkatnya kebutuhan akan chip berteknologi tinggi. Produsen kini berlomba menghadirkan proses fabrikasi yang lebih efisien, sekaligus menjaga biaya produksi tetap menarik bagi pelanggan.
“Baca Juga: Apple Dirumorkan Kurangi Produksi iPhone 17 karena RAM”
Rapidus melihat peluang untuk bersaing melalui kombinasi harga yang lebih rendah dan pendekatan manufaktur yang berbeda dibandingkan para pemain besar di industri.
Rapidus Targetkan Harga Wafer 2nm Lebih Murah dari TSMC
Strategi Rapidus diungkapkan langsung oleh Chief Executive Atsuyoshi Koike. Informasi tersebut dilaporkan oleh Tom’s Hardware dan menjelaskan rencana perusahaan dalam memasuki pasar node 2 nanometer.
Rapidus menargetkan proses fabrikasi 2nm mulai tersedia pada paruh kedua 2027. Untuk layanan tersebut, perusahaan memperkirakan biaya produksi berada di kisaran 18.550 hingga 21.635 dolar AS per wafer silikon.
Harga tersebut dinilai lebih kompetitif dibandingkan tarif yang dirumorkan akan diterapkan TSMC. Berdasarkan laporan yang beredar, perusahaan asal Taiwan itu diperkirakan mengenakan biaya sekitar 30.000 dolar AS untuk setiap wafer dengan teknologi 2nm.
Dengan selisih harga yang cukup besar, Rapidus berharap dapat menarik pelanggan yang membutuhkan proses manufaktur canggih dengan biaya lebih efisien.
Strategi Harga Kompetitif Hadapi Samsung dan TSMC
Selain bersaing dengan TSMC, Rapidus juga harus menghadapi Samsung di pasar fabrikasi semikonduktor. Samsung disebut menawarkan teknologi proses SF2 dengan kisaran harga sekitar 20.000 dolar AS per wafer.
Posisi tersebut membuat Rapidus berada dalam persaingan langsung dengan dua perusahaan yang telah memiliki pengalaman panjang di industri manufaktur chip.
Meski menawarkan harga menarik, strategi ini dinilai memiliki tantangan yang tidak ringan. Rapidus saat ini hanya mengoperasikan satu fasilitas produksi utama untuk mendukung pengembangan teknologi fabrikasinya.
Kondisi tersebut membuat perusahaan memiliki ruang yang lebih terbatas dibandingkan para pesaingnya. Kapasitas produksi, efisiensi operasional, dan pengelolaan biaya akan menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan strategi tersebut.
TSMC Diperkirakan Selangkah Lebih Maju pada 2028
Persaingan teknologi diperkirakan semakin meningkat dalam beberapa tahun mendatang. Saat Rapidus mulai menawarkan proses 2nm pada 2027, TSMC diperkirakan telah menyiapkan teknologi generasi berikutnya.
Laporan yang beredar menyebut TSMC berpotensi beralih ke arsitektur A16 pada 2028. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa perusahaan asal Taiwan itu terus mempercepat inovasi untuk mempertahankan posisinya sebagai pemimpin industri.
Keunggulan pengalaman, kapasitas produksi yang besar, serta jaringan pelanggan global masih menjadi kekuatan utama TSMC. Faktor-faktor tersebut menjadi tantangan besar bagi Rapidus yang masih membangun reputasinya di pasar semikonduktor.
Meski demikian, hadirnya pemain baru dapat meningkatkan persaingan dan memberi lebih banyak pilihan bagi perusahaan yang membutuhkan layanan fabrikasi chip canggih.
“Baca Juga: Kamera Tanpa Layar Hadir dengan Fitur Ikuti Pandangan”
Metode Single Wafer Processing Jadi Andalan Rapidus
Untuk meningkatkan daya saing, Rapidus mengandalkan metode produksi yang disebut single wafer processing. Teknologi ini menjadi salah satu pembeda dibandingkan pendekatan manufaktur yang umum digunakan saat ini.
Menurut perusahaan, metode tersebut mampu mempercepat siklus produksi chip secara signifikan. Proses yang lebih cepat diharapkan dapat meningkatkan efisiensi sekaligus mempercepat penyelesaian pesanan pelanggan.
Jika teknologi tersebut mampu memenuhi ekspektasi industri, Rapidus berpeluang memperkuat posisinya sebagai alternatif bagi perusahaan yang mencari layanan fabrikasi modern dengan biaya lebih kompetitif.
Meski demikian, keberhasilan strategi tersebut masih akan ditentukan oleh kemampuan Rapidus membuktikan kualitas produksinya ketika layanan fabrikasi 2nm mulai beroperasi pada paruh kedua 2027. Hingga saat itu, persaingan dengan TSMC dan Samsung diperkirakan akan terus menjadi sorotan utama industri semikonduktor global.




Leave a Reply