NhatXu– Microsoft akhirnya memberikan jawaban nyata atas keluhan lama para pengguna Windows terkait performa File Explorer yang dikenal boros RAM dan terasa lambat, terutama saat digunakan untuk mencari file. Melalui update terbaru Windows 11 Insider Build 26620.7523, Microsoft mulai menguji versi File Explorer yang diklaim jauh lebih efisien dan responsif dibandingkan sebelumnya. Perubahan ini menjadi salah satu pembaruan teknis yang cukup penting, mengingat File Explorer merupakan komponen inti yang digunakan hampir setiap hari oleh pengguna Windows.
“Baca Juga: Robot Asisten Rumah Tangga LG Akan Meluncur di CES 2026″
Optimalisasi Sistem Pencarian File Explorer
Dalam postingan resminya di Windows Blogs, Microsoft mengungkapkan bahwa mereka melakukan optimalisasi besar-besaran pada sistem pencarian File Explorer. Fokus utama pembaruan ini adalah pada mekanisme indexing file yang selama ini menjadi sumber masalah performa. Microsoft secara spesifik menyebutkan bahwa mereka telah menghapus proses duplikasi file indexing yang kerap terjadi tanpa disadari oleh pengguna.
Sebagai informasi, File Explorer selama ini sangat bergantung pada Windows Search Indexer. Sistem ini bertugas memindai seluruh file dan folder di komputer. Lalu mencatatnya ke dalam sebuah indeks agar proses pencarian bisa dilakukan dengan cepat. Secara teori, metode ini memang efektif. Namun dalam praktiknya, Windows Search Indexer sering kali bekerja kurang efisien, terutama pada kondisi tertentu seperti perubahan struktur folder. Pemindahan file dalam jumlah besar, atau sinkronisasi data dari layanan cloud.
Masalah Lama: Indexing Berulang dan Boros Resource
Masalah utama yang dikeluhkan pengguna adalah ketika Windows melakukan indexing berulang terhadap file atau folder yang sama. Alih-alih menggunakan data indeks yang sudah ada, sistem justru memindai ulang data tersebut. Akibatnya, RAM, CPU, dan bahkan disk storage bekerja lebih keras dari seharusnya. Tidak sedikit pengguna yang mendapati File Explorer tiba-tiba memakan RAM dalam jumlah besar atau menyebabkan lonjakan penggunaan CPU saat hanya melakukan pencarian sederhana.
Kondisi ini semakin terasa pada perangkat dengan spesifikasi menengah ke bawah, atau laptop lama yang masih menggunakan HDD. Proses indexing berlebihan bisa membuat sistem terasa lemot, respons File Explorer tertunda, dan pengalaman penggunaan Windows secara keseluruhan menjadi kurang nyaman. Keluhan inilah yang selama bertahun-tahun menjadi bahan kritik terhadap Windows, khususnya Windows 10 dan Windows 11.
Cara Kerja Perbaikan di Update Terbaru
Melalui Windows 11 Insider Build 26620.7523, Microsoft mengklaim telah memperbaiki akar masalah tersebut. Sistem kini dirancang agar dapat mengenali proses indexing yang tidak perlu dan secara otomatis menghindarinya. Dengan kata lain, Windows tidak lagi melakukan indexing ganda pada file atau folder yang sama jika tidak ada perubahan signifikan.
Hasilnya, proses pencarian di File Explorer menjadi lebih ringan dan stabil. Saat pengguna mengetik kata kunci di kolom pencarian, Windows membutuhkan lebih sedikit RAM untuk memproses permintaan tersebut. Penggunaan CPU juga dilaporkan lebih rendah, sementara aktivitas disk menjadi jauh lebih minim dibandingkan versi sebelumnya. Semua ini berkontribusi pada pengalaman pencarian file yang terasa lebih cepat dan responsif.
“Baca Juga: Sleeping Dogs Difilmkan, Simu Liu Gandeng Timo Tjahjanto”
Dampak untuk Pengguna Windows 11
Bagi pengguna Windows 11, pembaruan ini berpotensi membawa peningkatan performa yang cukup signifikan, terutama bagi mereka yang sering bekerja dengan banyak file dan folder. Pengguna profesional seperti editor video, fotografer, programmer, atau pekerja kantoran yang mengandalkan File Explorer untuk mengelola dokumen sehari-hari akan paling merasakan dampaknya.
Meski saat ini masih berada di jalur Insider, update ini memberikan sinyal kuat bahwa Microsoft mulai lebih serius menangani masalah efisiensi dasar sistem operasi. Jika pengujian berjalan lancar dan tidak menimbulkan bug baru, kemungkinan besar optimalisasi File Explorer ini akan dirilis ke versi stabil Windows 11 dalam update mendatang.
Dengan langkah ini, Microsoft seolah mengakui bahwa keluhan pengguna selama ini memang beralasan. File Explorer yang lebih hemat RAM, lebih ringan, dan lebih cepat tentu menjadi kabar baik bagi ekosistem Windows secara keseluruhan.




Leave a Reply