NhatXu –Intel mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 529 karyawan yang bekerja di pusat riset dan pengembangan (R&D) mereka di Oregon. Pemangkasan ini dijadwalkan mulai pertengahan Juli 2025 dan mencakup sekitar 300 insinyur. Informasi ini terungkap dari dokumen resmi yang diajukan Intel ke otoritas negara bagian dan dilaporkan oleh Bloomberg.
“Baca Juga: Google Drive Rilis Tampilan Baru untuk Versi Desktop”
Lokasi yang terdampak meliputi empat fasilitas utama Intel di Oregon, termasuk kampus di Aloha dan Hillsboro. Wilayah ini merupakan pusat operasional penting bagi Intel dengan total karyawan sekitar 20.000 orang. Jumlah PHK ini signifikan dan menjadi bagian dari restrukturisasi besar perusahaan.
Dampak PHK Terhadap Insentif Ekonomi Negara Bagian Oregon
Rencana PHK Intel berpotensi mempengaruhi insentif ekonomi dari pemerintah Oregon. Negara bagian ini sebelumnya memberikan insentif senilai hingga USD 115 juta dengan syarat Intel harus mencapai target penciptaan dan retensi lapangan kerja. Pemangkasan 529 posisi ini bisa menjadi tantangan bagi Intel untuk mempertahankan insentif tersebut. Intel menyatakan akan memberikan pemberitahuan 60 hari kepada karyawan yang terkena dampak atau menawarkan pesangon bagi mereka yang memenuhi syarat.
PHK Intel Sebelumnya di California dan Arizona
Langkah PHK terbaru ini bukan kali pertama Intel melakukan pengurangan tenaga kerja pada tahun ini. Sebelumnya, perusahaan sudah memangkas lebih dari 200 posisi di California dan 100 posisi lain di Arizona. Seluruh aksi ini merupakan bagian dari rencana global Intel yang diumumkan pada April 2025. Rencana tersebut menyasar pemangkasan 15–20 persen tenaga kerja pabrik secara keseluruhan, yang berarti lebih dari 10.000 posisi akan dihapus secara bertahap.
Strategi Intel untuk Efisiensi dan Penghematan Biaya
Pemotongan tenaga kerja ini merupakan bagian dari strategi Intel untuk menyederhanakan struktur manufaktur dan meningkatkan efisiensi operasional. Perusahaan menargetkan penghematan biaya sebesar USD 500 juta pada tahun 2025 dan USD 1 miliar pada 2026. Selain itu, Intel juga berencana memangkas belanja modal (capex) hingga USD 2 miliar. CEO baru Intel, Lip-Bu Tan, berfokus pada perampingan birokrasi dan percepatan pengambilan keputusan guna menghadapi tekanan pasar dan meningkatkan daya saing perusahaan.
“Baca Juga: Team Group P250Q, SSD dengan Sistem Penghancuran Data”
Intel Hadapi Tantangan Berat di Pasar Teknologi dan AI
Intel mencatat kerugian bersih sebesar USD 821 juta pada kuartal pertama 2025. Perusahaan juga menghadapi persaingan ketat di sektor teknologi, terutama di pasar kecerdasan buatan (AI), yang saat ini didominasi oleh pesaing seperti NVIDIA. Pemangkasan karyawan dianggap sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas keuangan dan mendukung transformasi bisnis Intel agar tetap relevan di era teknologi cepat berubah. Ke depan, Intel perlu memperkuat inovasi dan efisiensi untuk bersaing di pasar global.




Leave a Reply