NhatXu – Meta dikabarkan kembali menggunakan memori DDR4 di sejumlah data center miliknya. Langkah tersebut menarik perhatian karena server modern umumnya telah beralih sepenuhnya ke memori DDR5 yang menawarkan kecepatan lebih tinggi.
Keputusan ini disebut sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk menekan biaya operasional. Dengan memanfaatkan kembali perangkat keras lama yang masih layak digunakan, Meta berupaya meningkatkan efisiensi tanpa harus mengorbankan kapasitas memori pada server generasi terbaru.
“Baca Juga: Ubisoft Barcelona Hadapi Mogok Kerja usai PHK Massal”
Chip Vistara ASIC Jadi Kunci Integrasi DDR4 dan DDR5
Berdasarkan informasi yang dilaporkan Tom’s Hardware, Meta mengembangkan chip khusus bernama Vistara ASIC. Chip ini dirancang untuk menjembatani penggunaan memori DDR4 pada infrastruktur server modern.
Vistara ASIC dibangun menggunakan arsitektur CXL 2.0 atau Compute Express Link. Teknologi tersebut memungkinkan perangkat keras dengan karakteristik berbeda tetap dapat bekerja dalam satu sistem.
Melalui solusi ini, Meta dapat memanfaatkan kembali modul DDR4-2400 yang berasal dari server lama. Memori tersebut sebelumnya sudah tidak digunakan setelah perusahaan memperbarui infrastruktur pusat datanya.
Pendekatan tersebut dinilai lebih ekonomis dibandingkan mengganti seluruh modul memori dengan DDR5 baru. Selain mengurangi biaya investasi, strategi ini juga membantu memperpanjang masa pakai perangkat keras yang masih berfungsi.
Pemanfaatan kembali komponen lama juga berpotensi mengurangi limbah elektronik. Langkah tersebut menjadi salah satu pendekatan yang semakin diperhatikan oleh perusahaan teknologi berskala besar.
Server AMD EPYC Turin Tetap Dapat Memanfaatkan DDR4
Secara normal, server berbasis prosesor AMD EPYC “Turin” hanya mendukung penggunaan memori DDR5-6400. Namun, Meta mampu menghadirkan kompatibilitas dengan DDR4 melalui teknologi yang dikembangkan sendiri.
Vistara ASIC bertindak sebagai penghubung antara memori lama dan platform server terbaru. Dengan demikian, modul DDR4 tetap dapat dimanfaatkan meski prosesor tidak mendukungnya secara langsung.
Solusi tersebut memberikan fleksibilitas lebih dalam pengelolaan infrastruktur data center. Perusahaan dapat mengombinasikan perangkat keras baru dengan komponen yang masih memiliki nilai guna.
Pendekatan ini juga memungkinkan Meta mengurangi biaya pembelian memori baru dalam jumlah besar. Mengingat skala data center perusahaan sangat besar, penghematan tersebut dapat memberikan dampak finansial yang signifikan.
Strategi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan efisiensi tidak selalu harus dilakukan melalui penggantian seluruh komponen dengan teknologi terbaru.
Kombinasi DDR5 dan DDR4 Hadirkan Kapasitas Memori 1 TB
Dalam implementasinya, Meta menggabungkan memori DDR5 dan DDR4 dalam satu server. Konfigurasi tersebut memanfaatkan jalur PCIe 5.0 sebagai media komunikasi antara kedua jenis memori.
Server menggunakan memori utama sebesar 768 GB DDR5. Kapasitas tersebut kemudian diperluas dengan tambahan 256 GB DDR4 melalui sistem ekstensi berbasis CXL.
Dengan konfigurasi tersebut, total kapasitas memori server mencapai 1 TB. Pendekatan ini memberikan ruang penyimpanan memori yang besar tanpa harus menggunakan seluruhnya dari modul DDR5.
DDR5 tetap berperan sebagai memori utama dengan kecepatan tinggi. Sementara itu, DDR4 digunakan sebagai memori tambahan untuk kebutuhan tertentu yang tidak memerlukan akses sangat cepat.
Kombinasi tersebut menjadi salah satu contoh penerapan arsitektur memori bertingkat yang mulai banyak dikembangkan pada pusat data modern.
“Baca Juga: DJI Osmo Pocket 4P Resmi Masuk Indonesia, Cek Harganya”
Linux Mengelola Data Secara Cerdas untuk Menjaga Performa
Meta juga mengoptimalkan sistem operasi Linux agar mampu mengelola dua jenis memori tersebut secara efisien. Sistem secara otomatis menentukan lokasi penyimpanan data berdasarkan tingkat kebutuhan aksesnya.
Data yang jarang digunakan dipindahkan ke memori DDR4 yang memiliki kecepatan lebih rendah. Sementara itu, data yang sering diakses tetap ditempatkan pada DDR5 agar memperoleh performa maksimal.
Pendekatan tersebut membantu menjaga keseimbangan antara efisiensi biaya dan kinerja sistem. Beban kerja yang membutuhkan akses cepat tetap memperoleh keuntungan dari DDR5, sedangkan kapasitas tambahan berasal dari DDR4 yang lebih ekonomis.
Strategi Meta menunjukkan bahwa teknologi lama masih dapat dimanfaatkan melalui inovasi perangkat keras dan perangkat lunak yang tepat. Dengan mengombinasikan chip khusus, arsitektur CXL 2.0, serta pengelolaan memori berbasis Linux, perusahaan mampu meningkatkan efisiensi operasional tanpa mengabaikan kebutuhan performa data center modern.




Leave a Reply