NhatXu– Chris Stockman, direktur Saints Row pertama, memberikan pernyataan mengejutkan mengenai nasib waralaba game tersebut. Dalam pernyataan terbarunya, Stockman menyatakan bahwa ia kini percaya franchise Saints Row telah mati. Pernyataan ini muncul setelah berbulan-bulan ketidakjelasan komunikasi dengan Embracer Group. Sebelumnya, Stockman sempat memberi harapan bagi penggemar. Ia diketahui tengah menyiapkan pitch prekuel Saints Row pertama. Upaya tersebut ditujukan langsung kepada Embracer sebagai pemegang hak waralaba. Namun, harapan tersebut perlahan memudar seiring berjalannya waktu. Stockman mengaku tidak lagi optimistis terhadap masa depan Saints Row. Ia menilai tidak ada langkah nyata untuk menghidupkan kembali seri tersebut. Pernyataan ini memicu kekecewaan besar di kalangan penggemar lama. Saints Row dikenal sebagai salah satu franchise open-world ikonik. Kini, masa depannya kembali dipertanyakan secara serius.
“Baca Juga: Todd Howard Lebih Suka Remaster daripada Game Remake”
Pernyataan Chris Stockman Muncul dari Percakapan Komunitas
Pernyataan pesimistis tersebut muncul dari interaksi Stockman dengan komunitas penggemar. Dilansir dari akun Twitter atau X PapaRPG, Stockman merespons percakapan di Discord. Seorang penggemar menyatakan kecintaannya pada Saints Row. Namun, penggemar tersebut menyoroti bahwa game terakhir yang dianggap kanon telah rilis lebih dari satu dekade lalu. Stockman mengiyakan pernyataan tersebut. Ia kemudian menyatakan bahwa sayangnya franchise Saints Row kini telah mati. Jawaban tersebut disampaikan secara langsung dan tanpa basa-basi. Reaksi ini mengejutkan banyak pihak karena datang dari kreator utamanya. Stockman tidak menyalahkan penggemar atau pasar. Ia justru mengarahkan kritiknya kepada pemegang lisensi. Percakapan singkat ini dengan cepat menyebar luas di media sosial. Banyak penggemar menilai pernyataan tersebut sebagai konfirmasi pahit. Bagi komunitas, ini menjadi sinyal serius tentang nasib waralaba tersebut.
Kekecewaan Terhadap Embracer Group Jadi Sorotan Utama
Chris Stockman secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya terhadap Embracer Group. Menurutnya, Embracer tidak memiliki kemampuan atau kemauan untuk mengembangkan Saints Row. Ia menyebut telah mencoba berkomunikasi secara profesional dengan perusahaan tersebut. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Stockman mengaku berharap adanya visi yang jelas dari Embracer. Ia menilai franchise open-world sebesar Saints Row seharusnya masih memiliki potensi. Namun, potensi tersebut dinilai tidak dimanfaatkan dengan baik. Kekecewaan ini semakin besar karena sebelumnya sempat ada komunikasi positif. Stockman merasa Embracer tidak memberikan tindak lanjut yang serius. Ia menyebut perusahaan tersebut pada akhirnya memilih diam. Situasi ini membuatnya kehilangan kepercayaan terhadap kelanjutan proyek. Pernyataan Stockman mencerminkan frustrasi kreator terhadap pengelolaan IP. Kritik ini juga menyoroti tantangan besar dalam industri game modern.
Pitch Prekuel Saints Row yang Berakhir Tanpa Kepastian
Tiga bulan sebelum pernyataan terbarunya, Stockman sempat memberikan harapan besar. Ia mengungkapkan bahwa dirinya tengah mengerjakan pitch untuk prekuel Saints Row pertama. Pitch tersebut dibuat setelah adanya komunikasi awal dengan Embracer. Perusahaan bahkan disebut meminta secara langsung proposal tersebut. Stockman pun mulai mengerjakan pitch dengan serius. Ia menyatakan kesiapannya untuk mengumpulkan kembali tim pengembang original. Menurutnya, pendekatan ini penting untuk menjaga identitas seri. Namun, setelah tiga bulan berlalu, situasi berubah drastis. Stockman mengaku tidak lagi mendapat respons dari Embracer. Ia menyebut perusahaan tersebut melakukan ghosting. Tidak ada kabar lanjutan terkait pitch yang telah ia siapkan. Ketidakjelasan ini membuatnya menyimpulkan masa depan franchise telah tertutup. Pitch prekuel yang diharapkan menjadi titik balik akhirnya terhenti. Situasi ini menambah daftar proyek game yang terkatung-katung.
“Baca Juga: Richard Lee Klarifikasi Isu Tawaran Damai Rp 50 Miliar”
Harapan yang Memudar untuk Menghidupkan Kembali Saints Row
Dalam wawancara pada November sebelumnya, Stockman sempat menyampaikan optimisme. Ia berharap Embracer akan menghubunginya untuk membahas pengembangan Saints Row. Ia percaya dirinya mampu mengembalikan kejayaan franchise tersebut. Keyakinan itu didasarkan pada pemahamannya terhadap DNA game asli. Stockman juga menyatakan kesiapannya secara penuh untuk terlibat langsung. Namun, harapan tersebut kini berubah menjadi kekecewaan. Pernyataan terbarunya menandai perubahan sikap yang signifikan. Dari optimistis menjadi pesimistis dalam waktu singkat. Bagi penggemar, ini menjadi pukulan berat. Saints Row terakhir kali merilis game kanon lebih dari satu dekade lalu. Upaya reboot sebelumnya juga menuai respons beragam. Kini, dengan pernyataan Stockman, masa depan franchise semakin suram. Tanpa arah jelas dari pemegang hak, Saints Row terancam menjadi sejarah. Pernyataan ini menutup bab harapan, setidaknya untuk saat ini.




Leave a Reply