NhatXu– TikTok resmi membentuk entitas baru bernama TikTok USDS Joint Venture LLC agar layanannya tetap beroperasi di Amerika Serikat. Pengumuman ini disampaikan langsung melalui pernyataan resmi di situs TikTok. Pembentukan perusahaan tersebut dilakukan untuk memenuhi regulasi pemerintah Amerika Serikat yang diterbitkan pada September 2025. Aturan tersebut mewajibkan restrukturisasi kepemilikan dan pengelolaan TikTok di wilayah AS. Dengan langkah ini, TikTok memastikan keberlanjutan operasionalnya di pasar Amerika. Perusahaan menegaskan bahwa perubahan ini tidak akan mengganggu pengalaman pengguna. TikTok tetap dapat diakses seperti biasa oleh masyarakat dan pelaku bisnis. Pembentukan joint venture ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan TikTok di AS. Struktur baru dirancang untuk menjawab kekhawatiran regulator terkait keamanan nasional. TikTok menilai pendekatan ini sebagai solusi jangka panjang yang stabil.
“Baca Juga: TKDN Disetujui, Realme 16 5G Segera Debut”
Struktur Kepemimpinan dan Kepemilikan Perusahaan Baru
TikTok USDS Joint Venture LLC dipimpin oleh Adam Presser sebagai CEO. Posisi keamanan data dan sistem ditangani oleh Will Farrell. Keduanya bukan sosok baru dalam operasional TikTok. Mereka telah lama terlibat dalam manajemen dan kebijakan internal perusahaan. Dari sisi kepemilikan, investor Amerika menjadi pemegang saham mayoritas. Silver Lake, Oracle, dan MGX tercatat sebagai investor utama. Sementara itu, ByteDance tetap memiliki saham. Namun, kepemilikan ByteDance tidak lagi mayoritas. Porsinya hanya sekitar 20 persen dari total saham. Perubahan ini menandai pergeseran kontrol perusahaan ke tangan investor Amerika. Struktur tersebut dirancang untuk memenuhi tuntutan regulasi pemerintah AS. TikTok menekankan bahwa pengelolaan operasional kini berada di bawah entitas baru.
Perlakuan Khusus untuk Data Pengguna TikTok di AS
Dengan struktur baru, data pengguna TikTok di Amerika Serikat mendapatkan perlakuan khusus. Data tersebut disimpan dan dikelola di infrastruktur cloud milik Oracle yang berada di dalam wilayah AS. Penyimpanan lokal ini bertujuan meningkatkan keamanan dan transparansi. Sistem keamanan data diawasi secara ketat dan diaudit secara berkala. Audit dilakukan oleh pihak independen dengan standar industri teknologi. TikTok menyatakan langkah ini untuk memastikan perlindungan data pengguna. Lebih dari 200 juta pengguna TikTok di AS tercakup dalam skema ini. Sekitar 7,5 juta pelaku bisnis juga tetap dapat menjalankan aktivitasnya. TikTok menegaskan tidak ada perubahan pada cara pengguna mengakses aplikasi. Perlakuan khusus ini menjadi bagian inti dari kesepakatan dengan pemerintah AS.
Pemisahan Algoritma dan Pengelolaan Konten di AS
Selain data, pengelolaan algoritma rekomendasi juga dipisahkan secara khusus. Algoritma untuk pengguna Amerika Serikat dilatih dan dijalankan terpisah. Seluruh proses dilakukan di lingkungan cloud yang berbasis di AS. Pemisahan ini bertujuan mencegah akses lintas wilayah yang sensitif. TikTok USDS Joint Venture LLC memiliki wewenang penuh atas moderasi konten. Kebijakan keamanan pengguna di AS juga berada di bawah kendali entitas baru. Meski demikian, koneksi dengan sistem TikTok global tetap dipertahankan. Kreator dan bisnis Amerika masih bisa menjangkau audiens internasional. TikTok menyebut keseimbangan ini penting bagi ekosistem global platform. Pemisahan teknis dilakukan tanpa memutus kolaborasi lintas negara. Pendekatan ini dirancang agar tetap mendukung pertumbuhan kreator.
“Baca Juga: ChatGPT Terapkan Prediksi Usia demi Keamanan Anak”
Cakupan Kebijakan untuk Aplikasi TikTok Lainnya
Perlindungan dan struktur baru ini tidak hanya berlaku untuk TikTok. Aplikasi lain milik TikTok di Amerika Serikat juga masuk dalam skema yang sama. CapCut dan Lemon8 disebut secara eksplisit termasuk dalam pengaturan ini. Artinya, data dan algoritma aplikasi tersebut juga dikelola sesuai standar baru. TikTok menegaskan pendekatan ini bersifat menyeluruh. Tujuannya untuk memberikan kepastian hukum dan operasional. Dengan pembentukan TikTok USDS Joint Venture LLC, perusahaan berharap dapat meredam kekhawatiran regulator. TikTok juga ingin menjaga kepercayaan pengguna dan mitra bisnis. Struktur baru ini menjadi fondasi operasional TikTok di AS ke depan. Perusahaan menyatakan komitmen untuk mematuhi seluruh regulasi yang berlaku. Langkah ini menandai babak baru hubungan TikTok dengan pemerintah Amerika Serikat.




Leave a Reply