NhatXu – Valve diam-diam menaikkan harga Steam Deck OLED untuk varian 1TB dan 512GB di beberapa wilayah. Kenaikan tersebut langsung menjadi sorotan komunitas gamer karena nilainya cukup besar dibanding harga awal peluncuran.
Steam Deck OLED 1TB kini dijual seharga 949 dolar AS atau sekitar Rp16,9 juta berdasarkan kurs proyeksi pasar 28 Mei 2026. Sebelumnya, perangkat tersebut diluncurkan dengan harga 649 dolar AS atau sekitar Rp11,5 juta.
“Baca Juga: Meta AI dan Instagram Tambah Fitur Langganan Premium”
Artinya, terjadi kenaikan sekitar 300 dolar AS atau setara Rp5,4 juta dibanding harga awal. Persentase kenaikan mencapai hampir 46 persen dari banderol sebelumnya.
Varian Steam Deck OLED 512GB juga mengalami penyesuaian harga signifikan. Harga perangkat naik dari 549 dolar AS menjadi 789 dolar AS atau sekitar Rp14 juta.
Kenaikan pada model 512GB mencapai sekitar 44 persen atau setara Rp4,3 juta. Perubahan harga ini membuat banyak calon pembeli mulai mempertimbangkan ulang rencana membeli handheld gaming tersebut.
Valve belum memberikan pengumuman resmi secara rinci terkait alasan perubahan harga tersebut. Namun, komunitas gamer langsung ramai membahas dampaknya terhadap pasar handheld gaming modern.
Harga Steam Deck di Inggris Ikut Mengalami Kenaikan
Selain Amerika Serikat, Valve juga menaikkan harga Steam Deck OLED di Inggris. Varian 1TB kini dijual seharga 779 poundsterling atau sekitar Rp15,3 juta.
Sementara itu, model 512GB dibanderol 649 poundsterling atau sekitar Rp12,7 juta. Penyesuaian harga ini memperlihatkan bahwa kebijakan baru Valve berlaku secara global.
Kenaikan harga tersebut cukup mengejutkan karena Steam Deck sebelumnya dikenal sebagai handheld gaming dengan harga relatif terjangkau. Banyak gamer PC memilih perangkat ini karena menawarkan fleksibilitas bermain dengan biaya lebih rendah dibanding laptop gaming premium.
Saat pertama diperkenalkan, Steam Deck dipasarkan sebagai solusi gaming portable untuk bermain santai di kasur atau saat bepergian. Pendekatan tersebut membuat perangkat cepat populer di komunitas gamer.
Namun, lonjakan harga terbaru membuat posisi Steam Deck mulai berubah di pasar. Kini perangkat tersebut semakin mendekati harga handheld gaming premium lain yang memiliki spesifikasi lebih tinggi.
Beberapa pengguna juga menilai kenaikan harga dapat mempersempit akses gamer baru ke ekosistem handheld gaming modern. Terutama bagi pengguna dengan anggaran terbatas di bawah 800 dolar AS.
Steam Deck Kini Dekati Harga Handheld Gaming Premium
Kenaikan harga Steam Deck OLED membuat perangkat tersebut semakin dekat dengan harga handheld premium lain di pasaran. Salah satunya adalah ROG Xbox Ally X yang memiliki selisih harga sekitar 50 dolar AS.
Perbedaan harga yang semakin tipis membuat banyak gamer mulai membandingkan performa kedua perangkat tersebut. Apalagi ROG Xbox Ally X hadir dengan chipset generasi lebih baru.
Steam Deck sendiri masih menggunakan chipset AMD generasi lama tanpa refresh hardware terbaru. Sementara kompetitor mulai memakai prosesor modern seperti Ryzen Z2 Extreme APU.
Chipset terbaru tersebut menawarkan peningkatan performa signifikan dalam berbagai game modern. Gamer dapat memperoleh frame rate lebih tinggi dan pengalaman bermain lebih stabil.
Situasi ini membuat sebagian pengguna mempertanyakan nilai Steam Deck setelah kenaikan harga berlaku. Banyak pemain menilai perangkat tersebut kini tidak lagi sekompetitif sebelumnya.
Meski begitu, Steam Deck masih memiliki keunggulan pada ekosistem SteamOS yang ringan dan optimal untuk gaming portable. Antarmuka sederhana juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengguna.
Selain itu, kompatibilitas luas dengan pustaka game Steam tetap menjadi kekuatan utama perangkat tersebut. Valve juga terus memperbarui dukungan software untuk menjaga pengalaman pengguna.
Industri AI Disebut Jadi Penyebab Naiknya Harga Komponen
Salah satu faktor utama kenaikan harga Steam Deck disebut berasal dari biaya komponen yang meningkat. Industri teknologi saat ini menghadapi lonjakan permintaan hardware untuk kebutuhan kecerdasan buatan atau AI.
Komponen seperti RAM dan storage mengalami kenaikan harga akibat tingginya kebutuhan pusat data global. Banyak perusahaan teknologi berlomba memperluas kapasitas AI mereka.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada industri perangkat konsumen termasuk handheld gaming. Produsen hardware kini harus menghadapi biaya produksi lebih tinggi dibanding beberapa tahun sebelumnya.
Valve dikenal cukup terbuka dalam menjelaskan keputusan strategis kepada komunitas pengguna. Karena itu, banyak pihak memperkirakan perusahaan akan merilis penjelasan resmi terkait kenaikan harga Steam Deck.
Meski demikian, sebagian gamer merasa kecewa karena perubahan harga terjadi cukup drastis. Banyak calon pembeli sebelumnya menunggu momen tepat untuk membeli perangkat tersebut di harga normal.
Kenaikan harga ini juga menunjukkan tekanan besar yang kini dialami industri hardware gaming global. Produsen harus menyeimbangkan biaya produksi dengan ekspektasi pasar yang semakin kompetitif.
“Baca Juga: Microsoft Tunda Fable demi Hindari GTA 6″
Harga Steam Machine Baru Picu Kekhawatiran Komunitas Gamer
Selain membahas Steam Deck, komunitas gamer mulai khawatir terhadap rencana kehadiran Steam Machine generasi baru. Banyak pihak memprediksi harga perangkat tersebut bakal lebih mahal dibanding Steam Deck OLED.
Jika tren harga terus meningkat, Steam Machine diperkirakan bisa dibanderol mulai 1.000 dolar AS atau sekitar Rp17,8 juta. Angka tersebut dinilai cukup tinggi untuk pasar gaming mainstream.
Kekhawatiran muncul karena harga mahal dapat menghambat adopsi perangkat baru di kalangan gamer umum. Padahal Valve sebelumnya sukses menarik perhatian lewat konsep gaming portable yang lebih terjangkau.
Industri handheld gaming sendiri sedang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Banyak produsen mulai menghadirkan perangkat portable dengan performa mendekati PC gaming desktop.
Persaingan yang semakin ketat membuat faktor harga menjadi sangat penting dalam menentukan keberhasilan produk. Gamer kini memiliki lebih banyak pilihan handheld gaming dengan spesifikasi beragam.
Valve masih memiliki waktu untuk menjelaskan strategi harga mereka kepada komunitas pengguna. Namun, kenaikan harga Steam Deck OLED saat ini sudah cukup memicu perdebatan besar di kalangan gamer global.




Leave a Reply