NhatXu– Kuasa hukum Virgoun, Andy Santika, menyatakan dugaan pengambilan paksa anak belum dapat dipastikan kebenarannya. Ia menyebut masih ada kemungkinan perpindahan anak terjadi atas keinginan mereka sendiri. Pernyataan tersebut disampaikan setelah laporan yang diajukan mantan istri Virgoun mencuat ke publik. Andy menilai penilaian hukum harus menunggu proses klarifikasi resmi. Menurutnya, informasi yang beredar masih bersifat sepihak. Ia meminta semua pihak menahan diri sebelum menarik kesimpulan. Klarifikasi lanjutan direncanakan melalui mekanisme yang tersedia.
“Baca Juga: Lisa BLACKPINK Main Film Komedi Romantis di Netflix”
Laporan Inara Rusli ke Komnas PA Jadi Latar Belakang Polemik
Polemik bermula setelah Inara Rusli mengadukan Virgoun ke Komisi Nasional Perlindungan Anak. Laporan tersebut terkait dugaan pengambilan paksa anak. Inara menyebut peristiwa itu terjadi sejak November 2025. Aduan itu kemudian memicu perhatian publik luas. Isu hak asuh anak menjadi sorotan utama dalam perkara ini. Andy menyatakan pihaknya menghormati langkah hukum yang ditempuh Inara. Ia menilai forum klarifikasi menjadi tempat tepat membuka fakta. Proses di Komnas PA dijadwalkan berlangsung pekan depan.
Pernyataan Andy Santika Terkait Kondisi Anak-Anak
Andy Santika menyampaikan pernyataannya kepada wartawan di kawasan Cinere, Depok. Ia menegaskan belum ada kepastian soal unsur paksaan. Menurutnya, penilaian harus mempertimbangkan suara anak. Andy menyebut anak-anak merasa nyaman bersama ayahnya. Ia menolak anggapan adanya kondisi yang mengkhawatirkan. Berdasarkan keterangan kliennya, anak-anak berada dalam keadaan baik. Andy menilai klaim tersebut penting untuk diluruskan. Ia menambahkan bahwa kenyamanan anak menjadi perhatian utama. Pernyataan itu disampaikan sebagai bantahan atas kekhawatiran Inara.
Hak Asuh Anak dan Niat Virgoun Menurut Kuasa Hukum
Andy mengakui hak asuh anak berada pada Inara berdasarkan putusan pengadilan. Namun, ia menilai tindakan kliennya dilandasi niat baik. Virgoun disebut ingin menjaga kondisi mental anak. Konflik orang tua yang menjadi konsumsi publik dinilai berisiko. Andy menyatakan setiap orang tua ingin memberikan yang terbaik. Ia menilai upaya menenangkan anak dapat dipahami secara manusiawi. Menurutnya, langkah tersebut bukan untuk melawan hukum. Fokus Virgoun disebut pada perlindungan psikologis anak. Andy menegaskan konteks ini perlu dipahami secara utuh.
“Baca Juga: Krisis Keuangan PBB, Indonesia Pastikan Iuran Tuntas”
Proses Klarifikasi di Komnas PA dan Harapan Penyelesaian
Andy menyebut proses klarifikasi di Komnas PA akan membuka duduk perkara. Ia berharap semua pihak menyampaikan keterangan secara objektif. Klarifikasi dinilai penting untuk menilai kepentingan terbaik anak. Andy menegaskan pihaknya siap mengikuti proses yang berlaku. Ia meminta publik menunggu hasil resmi dari Komnas PA. Menurutnya, penilaian dini berpotensi merugikan anak. Fokus utama, katanya, memastikan kenyamanan dan keamanan anak. Ia menegaskan anak-anak saat ini merasa nyaman. Andy berharap penyelesaian berjalan adil dan berorientasi pada kepentingan anak.




Leave a Reply