NhatXu – Setelah diluncurkan pada Oktober 2021, Windows 11 akhirnya berhasil melampaui Windows 10 dalam jumlah pengguna. Berdasarkan laporan StatCounter per Juli 2025, Windows 11 kini digunakan oleh 51,36% pengguna Windows secara global. Sebaliknya, Windows 10 turun ke angka 45,57%, menandai berakhirnya dominasinya selama hampir satu dekade.
“Baca Juga: Tiktok Luncurkan Aplikasi Baru untuk Pengguna AS”
Momentum ini menjadi tonggak penting dalam transisi sistem operasi desktop Microsoft. Sejak dirilis, Windows 11 mengalami pertumbuhan lambat. Di tahun pertamanya, pengguna hanya mencapai sekitar 10%. Angka itu perlahan naik menjadi 28% di 2023 dan 36% pada 2024. Namun, lonjakan besar baru terjadi tahun ini, terutama karena semakin dekatnya akhir dukungan untuk Windows 10.
Akhir Dukungan Windows 10 Jadi Pemicu Lonjakan Migrasi
Microsoft telah mengumumkan bahwa dukungan utama untuk Windows 10 akan dihentikan pada 14 Oktober 2025. Meski masih akan ada pembaruan keamanan tambahan hingga Oktober 2026, syaratnya cukup spesifik. Pengguna harus login menggunakan akun Microsoft dan mencadangkan data ke layanan cloud milik perusahaan. Strategi ini tampaknya sukses mendorong migrasi pengguna ke Windows 11. Microsoft sendiri menegaskan bahwa Windows 11 adalah masa depan dari sistem operasi mereka. Kebijakan migrasi agresif ini juga diperkuat dengan kampanye perangkat keras baru yang kompatibel dengan sistem keamanan Windows 11.
700 Juta Perangkat Kini Gunakan Windows 11 Secara Aktif
Laporan Microsoft menunjukkan bahwa saat ini terdapat sekitar 700 juta perangkat aktif bulanan yang menjalankan Windows 11. Angka tersebut tidak hanya menunjukkan adopsi yang luas, tetapi juga kepercayaan pengguna terhadap sistem operasi terbaru ini. Di kalangan gamer, tren serupa terlihat. Windows 11 menjadi sistem operasi paling banyak digunakan di platform distribusi game Steam, menggantikan posisi Windows 10 yang sebelumnya mendominasi. Ini juga menjadi indikasi kuat bahwa Windows 11 mulai diterima di segmen pasar yang menuntut performa tinggi dan stabilitas sistem.
Tidak Semua Perangkat Kompatibel dengan Windows 11
Meski adopsi meningkat, masih banyak pengguna yang belum bisa beralih karena keterbatasan perangkat keras. Windows 11 memiliki persyaratan sistem yang lebih ketat dibandingkan pendahulunya. Salah satu syarat utamanya adalah keberadaan chip keamanan TPM 2.0 (Trusted Platform Module). Persyaratan ini membuat banyak PC lama tidak memenuhi kriteria untuk menjalankan Windows 11 secara resmi. Meskipun ada metode untuk bypass persyaratan ini, Microsoft tetap tidak merekomendasikan pendekatan tersebut karena risiko keamanan.
“Baca Juga: ASUS ROG Xbox Ally Ungkap Harga, Siap Saingi Konsol Handheld Lain”
Masa Depan Windows dan Harapan Microsoft
Dengan capaian terbaru ini, Microsoft kini fokus memperluas adopsi Windows 11 secara global. Perusahaan juga terus memperbarui sistem dengan fitur-fitur baru, termasuk peningkatan dukungan untuk kecerdasan buatan dan integrasi cloud yang lebih dalam. Ke depan, keberhasilan Windows 11 akan sangat bergantung pada ekosistem perangkat keras dan kesiapan pengguna untuk melakukan upgrade. Microsoft berharap momentum ini bisa mempercepat siklus pembaruan perangkat PC secara lebih luas, terutama menjelang peluncuran fitur-fitur besar di versi Windows berikutnya.




Leave a Reply